News Update :

Yang Pintar Malah Nggak Benar

2/22/2011


Di zaman sekarang ini sudah banyak orang pintar. Tidak hanya di kota, di desa juga banyak lulusan sarjana dikarenakan perguruan tinggi tidak hanya ada di kota-kota besar saja, di kota-kota kecilpun sudah banyak. Tapi ada fenomena buruk di negeri ini. Banya orang-orang pintar tidak memberi contoh yang baik terhadap lingkungan sekitarnya, malah melakukan hal yang tidak terpuji.

Sudah terlalu banyak kasus di Indonesia yang dilakukan oleh orang-orang berpendidikan tinggi. Dari mulai KORUPSI, perselingkuhan, ricuh saat rapat, hingga video asusila. Yang melakukan itu bukan orang-orang yang bodoh, mereka pernah makan bangku sekolah, bahkan bangku kuliah. Ada juga yang sampai kuliah ke luar negeri, tapi malah memberi contoh yang tidak baik pada orang-orang yang berpendidikan lebih rendah atau bahkan tidak pernah sekolah.

Orang pintar tidak semuanya benar. Ada orang yang hanya pintar dalam bidang akademik. Ia pintar dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan eksak, tapi kurang pintar dalam membedakan antara yang baik dan yang buruk. Jadi jangan kaget lagi bila ada orang yang tahu hukum tapi melanggar hukum. Orang pintar yang seperti ini juga melahirkan sikap arogansi intelektual. Karena merasa pintar, semua orang dianggap bodoh. Apabila ada orang lain yang mempunyai pendapat, bisanya hanya berusaha untuk mencari-cari kesalahan orang terebut dan berusaha membantahnya.

Pendidikan yang tinggi tidak menjamin orang untuk menjadi orang yang benar. Pegetahuan tentang akhlak budi pekerti harus dimulai dan disosialisasikan sejak dini dalam lingkungan keluarga. Ada lagi fenomena mengenai orang pintar yang sagat unik, yaitu dukun. Dukun yang bisanya hanya menipu dan membodohi pasiennya malah disebut orang pintar. Apakah seperti itu makna dari orang pintar?
Share this Article on :

1 comments:

SAWALI TUHUSETYA said...

itulah realitas yang menyedihkan, mas. di negeri ini bejibun jumlah orang yang pintar, tapi yang benar dan jujur masih bisa dengan mudah dihitung dengan jari.

Post a Comment

 

© Copyright Xpressi 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.